Di taman bunga
Ada burung alap-alap
Telah lama
Kau tertidur lelap
Angin membelai
Daun pohon duku
Kau terbuai
Dalam mimpi indahmu
Kolam pariaman
Sarang Berudu
Ayo Pangeran
Buka matamu
Pengrajin guci
Di kota baru
Bangunlah dari
Mimpi indahmu
Pesta prasmanan
Di tanah Maluku
Berdiri Pangeran
Tunjukan pedangmu
Laut Hindia
Dekat pulau Jawa
Tunjukan pada dunia
Kau masih ada
Pawang kuda
Ketemu buaya
Katakan pada dunia
Kau kan taklukan dunia
Tanah kejayaan
Pantai Amerika
Bangkit Pangeran
Hadapi dunia
Jalan kenangan
Di tepi persawahan
Inilah kenyataan
Inilah kehidupan
Mie rebus
Dari Pakistan
Dunia yang harus
Engkau taklukan
Gorila kesurupan
Baca note ku
Sadar Pangeran
Buka hatimu
Dipanggil gorila
Dia malah tertawa
Kau tak bisa
Bermimpi selamanya
Dia protes padaku
Dipanggil gorila
Waktumu
Telah tiba
Kopi tubruk
Kopi Jawa
Waktu untuk
Merubah segalanya
Dari Padang
Sampai Batanghari
Medan perang
Telah menanti
Tambang intan
Di Jayapura
Semangat Pangeran
Dengan jiwa membara
Peri kahyangan
Turun ke lautan
Inilah peperangan
Yang harus kau menangkan
Di pegunungan
Jalannya berliku
Cepat Pangeran
Angkat jangkar itu
Pohon belantara
Banyak pohon rubuh
Sudah cukup lama
Kapalmu berlabuh
Kota Toraja
Tanah yang sepi
Sudah saatnya
Layar terkembang kembali
Teratai berdaun lebar
Layu ditelan waktu
Saatnya kembali berlayar
Arungi samudra biru
Pohon mahoni
Pohon kapas
Samudra ini
Masih sangat luas
Harum semerbak
Parfum Cibaduyut
Masih banyak
Ikan di laut
Sebuah lukisan
Tentang motif batik
Tersenyumlah Pangeran
Itu kan lebih baik
Ladang tandus
Di bawah langit biru
Impianmu kan hapus
Sakit di masa lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar