Kamis, 24 Juni 2010

Kembalinya Sang Pangeran

Di taman bunga
Ada burung alap-alap
Telah lama
Kau tertidur lelap

Angin membelai
Daun pohon duku
Kau terbuai
Dalam mimpi indahmu

Kolam pariaman
Sarang Berudu
Ayo Pangeran
Buka matamu

Pengrajin guci
Di kota baru
Bangunlah dari
Mimpi indahmu

Pesta prasmanan
Di tanah Maluku
Berdiri Pangeran
Tunjukan pedangmu

Laut Hindia
Dekat pulau Jawa
Tunjukan pada dunia
Kau masih ada

Pawang kuda
Ketemu buaya
Katakan pada dunia
Kau kan taklukan dunia

Tanah kejayaan
Pantai Amerika
Bangkit Pangeran
Hadapi dunia

Jalan kenangan
Di tepi persawahan
Inilah kenyataan
Inilah kehidupan

Mie rebus
Dari Pakistan
Dunia yang harus
Engkau taklukan

Gorila kesurupan
Baca note ku
Sadar Pangeran
Buka hatimu

Dipanggil gorila
Dia malah tertawa
Kau tak bisa
Bermimpi selamanya

Dia protes padaku
Dipanggil gorila
Waktumu
Telah tiba

Kopi tubruk
Kopi Jawa
Waktu untuk
Merubah segalanya

Dari Padang
Sampai Batanghari
Medan perang
Telah menanti

Tambang intan
Di Jayapura
Semangat Pangeran
Dengan jiwa membara

Peri kahyangan
Turun ke lautan
Inilah peperangan
Yang harus kau menangkan

Di pegunungan
Jalannya berliku
Cepat Pangeran
Angkat jangkar itu

Pohon belantara
Banyak pohon rubuh
Sudah cukup lama
Kapalmu berlabuh

Kota Toraja
Tanah yang sepi
Sudah saatnya
Layar terkembang kembali

Teratai berdaun lebar
Layu ditelan waktu
Saatnya kembali berlayar
Arungi samudra biru

Pohon mahoni
Pohon kapas
Samudra ini
Masih sangat luas

Harum semerbak
Parfum Cibaduyut
Masih banyak
Ikan di laut

Sebuah lukisan
Tentang motif batik
Tersenyumlah Pangeran
Itu kan lebih baik

Ladang tandus
Di bawah langit biru
Impianmu kan hapus
Sakit di masa lalu

Tutup Air Matamu

Kota kembang
berwarna merah
Semua orang
punya masalah

perpustakaan buku
dalam dunia fana
Baik diriku
Juga baik dirinya

Kota Priangan
Kota Surabaya
Hidup itu perjuangan
tak perlu air mata

Mancing di kali
disambar buaya
Jangan menangis lagi
Dunia begini adanya

Pohon bercabang
Ke kanan kiri
Ku tahu terkadang
Manusia butuh sendiri

Toko roti
Di Jakarta
Tapi jangan terus begini
Hanya menambah luka

Samudra mengharu biru
langit berwarna jingga
Sudah simpan tangismu
Esok kan lebih ceria

Pergi ke kedai
Makan sambal
Bukan begini
Sahabat yang ku kenal

Burung bangau
burung kolibri
Ku ingin engkau
Tersenyum lagi

Museum kupu-kupu
Di Semarang
Panggil saja namaku
Ku kan datang

Ikan pari
Pari manta
Aku ingin bernyanyi
Dengarkan ya